Hello, Moms! Pasti happy ya kalau punya baby baru. Sebagai new mom, tentunya sangat memerhatikan setiap hal yang dialami oleh si baby, kan? Mulai dari ASI, nutrisi utama bayi, hingga bagaimana bayi kita BAK dan BAB. Kita yang tadinya jijik dan ogah kotor menjadi sosok yang merasa bahwa memerhatikan BAK dan khususnya BAB bayi kita merupakan hal yang penting. Bahkan ada sesuatu yang kita anggap tidak wajar sedikit saja, maunya langsung konsultasi ke dokter atau bidan, iya kan? Naluri keibuan kita selalu menuntut untuk over protective, nggak cuma pada sang buah hati tapi imbasnya ke seluruh anggota keluarga. Tujuannya tentu demi kesehatan dan tumbuh kembang bayi.
Begitu pula yang aku alami, Moms. Sekarang baby boy-ku berumur empat bulan. Waktu memasuki usia dua bulan, baby boy-ku sempat nggak BAB beberapa hari. Sehari dua hari aku masih tenang-tenang. Namun memasuki hari ketiga, aku jadi panik. Baby-ku yang biasanya BAB sehari bisa lebih dari tiga kali mendadak tidak BAB hingga beberapa hari. Aku bahkan merasa seperti kangen dengan BAB bayiku. Pada hari ketiga itu, aku langsung menelpon ke Rumah Bersalin tempat aku ngelahirin si baby. Kebetulan di sana ada layanan dokter anak juga. Aku pun langsung meminta suamiku untuk meluangkan waktu di sela-sela kerjaannya. (Untung aku masih dalam masa cuti, jadi nggak kena ribet kerjaan). Setelah mendaftar ke RB, meski sedikit kesal karena mendapat nomor antrian yang sudah belasan, aku mencoba tenang. Karena ada yang bilang kalau ibunya panik, si baby bisa ngerasain dan ikutan rewel. Dalam tiga hari tanpa BAB itu, aku tetap ruting ngasih ASI, aku bahkan sempat menambah jadwal ASInya dengan harapan si baby cepat BAB.
Aku ke RB diantar suamiku. Meski sudah berangkat agak siangan (maksud hati menyesuaikan nomor antrian), sampai di RB masih harus menunggu karena ada proses persalinan yang memerlukan rujukan ke Rumah Sakit. Baiklah, masih harus bersabar. Setelah sekitar dua jam menunggu, akhirnya giliranku dan my baby boy. Langsung saja aku konsultasikan apa yang bayiku alamin. Dan apa kata dokter, Moms? My baby boy baik-baik saja. Fiuuhh...legaaaaa!!!
Jadi begini, kata dokter, apa yang bayiku alamin itu wajar. Bayi yang minum ASIX (ASI eksklusif), ketika memasuki usia dua bulan memang akan mengalami jarang BAB. Itu ternyata pertanda bagus. Kenapa? karena itu berarti pencernaannya sudah semakin matang dan penyerapan ASInya berlangsung maksimal. Mengingat ASI kita kan berupa cairan nutrisi, sehingga sangat besar kemungkinan bahwa semua zat ASI terserap oleh tubuh bayi tanpa bersisa kecuali lewat pipisnya. Kata dokter, hal semacam itu normal jika terjadi selama dua minggu dengan syarat bayi tetap menyusu seperti biasa, bayi tidak rewel, dan bayi tetap aktif dan ceria. Intinya, jika yang terjadi perubahan hanya BABnya saja tanpa diikuti perubahan-perubahan yang kita lihat tidak wajar, maka bayi kita tetap baik-baik saja.
Nah, new moms, jangan panik ya kalau baby-nya tidak BAB selama beberapa hari. Asal si baby tetap aktif dan ceria serta tidak rewel, dan masih dalam rentang waktu kurang dari dua minggu, maka jangan buru-buru panik.
Happy Moms ^^
Read full post »
Begitu pula yang aku alami, Moms. Sekarang baby boy-ku berumur empat bulan. Waktu memasuki usia dua bulan, baby boy-ku sempat nggak BAB beberapa hari. Sehari dua hari aku masih tenang-tenang. Namun memasuki hari ketiga, aku jadi panik. Baby-ku yang biasanya BAB sehari bisa lebih dari tiga kali mendadak tidak BAB hingga beberapa hari. Aku bahkan merasa seperti kangen dengan BAB bayiku. Pada hari ketiga itu, aku langsung menelpon ke Rumah Bersalin tempat aku ngelahirin si baby. Kebetulan di sana ada layanan dokter anak juga. Aku pun langsung meminta suamiku untuk meluangkan waktu di sela-sela kerjaannya. (Untung aku masih dalam masa cuti, jadi nggak kena ribet kerjaan). Setelah mendaftar ke RB, meski sedikit kesal karena mendapat nomor antrian yang sudah belasan, aku mencoba tenang. Karena ada yang bilang kalau ibunya panik, si baby bisa ngerasain dan ikutan rewel. Dalam tiga hari tanpa BAB itu, aku tetap ruting ngasih ASI, aku bahkan sempat menambah jadwal ASInya dengan harapan si baby cepat BAB.
Aku ke RB diantar suamiku. Meski sudah berangkat agak siangan (maksud hati menyesuaikan nomor antrian), sampai di RB masih harus menunggu karena ada proses persalinan yang memerlukan rujukan ke Rumah Sakit. Baiklah, masih harus bersabar. Setelah sekitar dua jam menunggu, akhirnya giliranku dan my baby boy. Langsung saja aku konsultasikan apa yang bayiku alamin. Dan apa kata dokter, Moms? My baby boy baik-baik saja. Fiuuhh...legaaaaa!!!
Jadi begini, kata dokter, apa yang bayiku alamin itu wajar. Bayi yang minum ASIX (ASI eksklusif), ketika memasuki usia dua bulan memang akan mengalami jarang BAB. Itu ternyata pertanda bagus. Kenapa? karena itu berarti pencernaannya sudah semakin matang dan penyerapan ASInya berlangsung maksimal. Mengingat ASI kita kan berupa cairan nutrisi, sehingga sangat besar kemungkinan bahwa semua zat ASI terserap oleh tubuh bayi tanpa bersisa kecuali lewat pipisnya. Kata dokter, hal semacam itu normal jika terjadi selama dua minggu dengan syarat bayi tetap menyusu seperti biasa, bayi tidak rewel, dan bayi tetap aktif dan ceria. Intinya, jika yang terjadi perubahan hanya BABnya saja tanpa diikuti perubahan-perubahan yang kita lihat tidak wajar, maka bayi kita tetap baik-baik saja.
Nah, new moms, jangan panik ya kalau baby-nya tidak BAB selama beberapa hari. Asal si baby tetap aktif dan ceria serta tidak rewel, dan masih dalam rentang waktu kurang dari dua minggu, maka jangan buru-buru panik.
Happy Moms ^^